Batu ginjal, sinusitis, pinggang kiri sakit, kolesterol, asam urat

Kok putih, saya sentuh-sentuh keras, wah ini batu, maka saya tidak berpikir panjang. Saya langsung ke pengobatan yang terdekat. Ternyata dokter yang menangani tidak sanggup. Karena katanya tidak ada alatnya. Saya berpikir, maksudnya tidak ada alatnya itu bagaimana. Saya diarahkan saja ke RSAL. Saya ke RSAL, ketika itu memang langsung ditangani di UGD. Maaf, saya jelaskan, batu yang sudah diujung saluran kencing, memang di situ sakitnya luar biasa. Jadi menahan sakitnya ini mau kencing. Kemudian penanganannya dibedah, sebelumnya sudah dijelaskan dengan dokter. Saya bilang OK, karena sudah tidak tahan sakitnya. Maka kemudian setelah dibedah dengan sang dokter itu. Diambil pakai pinset batunya. Setelah itu memang terasa lega. Sebetulnya ini cukup satu hari saja. Tapi karena lukanya itu kalau kena urin bisa kena infeksi. Maka saya dipasang kateter. Jadi waktu satu hari setelah itu, saya minta pulang karena saya sudah bisa jalan. Nah, datanglah Bapak Adam, beliau menjelaskan sedikit tentang nano water can. Entah tidak tahu kenapa, oke saya mau minum itu. Karena memang sebelumnya saya minum air putih. Maka saya langsung buka, langsung minum air dari nano water can. Saya minum hampir satu liter itu tidak terasa kekenyangan. Besoknya saya harus dicek ulang untuk tindakan USG dan rontgen. Namun karena mohon maaf saya tidak bermaksud apa-apa. Tapi kelihatannya saya tidak yakin hasil USG-nya ini, sebab hasilnya hanya ditulis tangan. Saya jadi tidak yakin. Di mana, di situ, dokter yang menangani, dia menyebutkan di sini masih ada 2 cm di ginjal bagian kiri saya. Nah kemudian saya menunggu 3 hari. Kamis saya pulang, Jumat Sabtu Minggu Senin. Senin saya kembali ke rumah sakit karena sudah divonis kalau Bapak harus ada tindakan lagi. Nah kebetulan saya memang sebelumnya saat beberapa bulan yang lalu sudah pernah diendoskopi. Jadi dimasukkan lewat uretra, kemudian saya ditunjukkan, katanya : mas lihat ini didalammu ini seperti ini, sudah ya, mau saya tembak. Batunya ditembak, katanya ada 4 batunya, kemudian dikeluarkan, disedot. Tapi ketika paska pelaksanaan tindakan itu, itulah yang saya sangat tersiksa sehingga jadi trauma. Saya tidak mau dibeginikan lagi. Jadi masa-masa pemulihan itu. Karena saya sadar, karena anastesinya tidak total, jadi hanya separuh saja, seperti kalau ibu-ibu melahirkan caesar. Jadi saya dari batas pusar ke bawah itu dibius. Nah sudah begitu penanganannya di ruang operasi itu, bicara tidak boleh, kemudian pakai bantal juga tidak boleh karena memperlambat prosesnya. Singkat kata, sampai 4,5 jam dalam kondisi seperti itu. Sampai akhirnya setelah kaki saya bisa digerakkan baru saya dipindah ke ruangan. Jadi saya tersiksa 4,5 jam. Kemudian setelah saya diruang rawat inap datanglah beliau untuk kenalan, dan saya langsung menyetujui untuk ambil 1 paket. Besoknya saya pulang, saya telpon lagi, Pak Adam saya minta satu lagi. Apa? Sama. Nano water can, nano spray dan kemana-mana selalu saya bawa, dan lohas sphere. Lohas sphere ini saya ceritakan sedikit karena saya mengalami pengalaman yang lucu sebetulnya. Lohas sphere saya masukkan di kantung celana sebelah kiri karena pinggang bawah sebelah kiri saya agak linu. Kemudian setelah saya pulang, istri saya juga kebetulan juga diabetes. Langsung saya ambilkan juga 1 set dan saya juga 1 set. Besoknya, sekarang totalnya 5, jadi saya, istri dan anak saya tiga-tiganya. Semua pakai, dan rata-rata sama, nano water can, nano spray, lohas sphere, kecuali anak saya yang perempuan tidak mau lohas sphere tetapi lohas star crystal pendant. Kemudian hari Senin saya ke dokter katanya harus ada tindakan, saya tanya : tindakannya apa dokter? Waktu saya pulang ini, saya pertentangan batin antara ya dan tidak. Akhirnya saya bilang dengan adik saya, dengan istri dan ayahnya, saya putuskan saya tidak mau operasi karena saya melanjutkan minum air nano water can. Lucunya waktu saya tanya kepada Pak Adam, Pak ini saya boleh minum berapa botol nano water can, katanya 6 sampai 8 botol. Waktu itu saya ikuti. Padahal botol nano water can-nya ini kan 1 liter, berarti waktu itu saya sudah sampai meminum 6 liter yang terakhir saat sudah jam 8 malam. Sehingga saya putuskan, wah tidak mungkin kalau saya sanggup minum 8 liter. Singkat kata, besoknya, Senin saya sudah dengan yakin saya tidak mau operasi. Akhirnya ada semacam pertimbangan, saya tetap bersikukuh dan ini kan hak pasien sebetulnya, saya tidak mau dioperasi. Kemudian kateter dilepas dan saya jalan seperti biasa. Saya menuju ke Paramita kemudian saya di USG, ternyata hasilnya bagus. Di sini saya tidak berpikir ini karena peralatan atau karena saya minum air nano water can. Karena kenyataannya yang di rumah sakit sebelumnya itu dinyatakan 2 cm, jadi di dalam masih ada 2 cm. Begitu di Paramita ternyata ada 2 titik Pak, yang di sebelah kiri 0,3 cm, yang di sebelah kanan ada juga 0,4 cm. Terus saya konsultasi, lho bapak kenapa terus saya ceritakan sebelumnya, terus kemarin saya minum banyak, berapa?, 6 liter, haa. Dokter langsung terperanjak. Karena memang itu luar biasa, dia bilang Bapak tidak kenapa-kenapa, tidak. Pak kalau orang lain ini sudah keracunan dan kalau keracunan air larinya ke jantung. Jadi katanya jantungnya bisa keracunan dan bisa meninggal. Pak jangan diulangi lagi. Saya masih menawar, berapa sih dokter sebetulnya, lho kalau orang normal antara 2 sampai 3 liter, kalau saya 3 sampai 4 liter boleh tidak?, boleh. Sampai sekarang saya minum di atas 3 liter, minimal 3 liter. Ini sudah botol yang ke 2, ke 2 sudah hampir habis nanti saya ke perusahaan pasti saya tambah lagi yang ke 3, setelah di rumah yang ke 4. Saya rutin seperti itu. Setelah pulang dari sana, saya kencing kok ada suara krik, di situlah hasilnya, batunya keluar. Kelak kemudian hari saya ini tidak menyadari karena mungkin di antara Bapak-Bapak Ibu-Ibu yang usia sekitar diatas 55 tahun atau berapa itu kebanyakan kena sinusitis. Saya ini termasuk sinusitis berat. Saya tidak tahu kenapa saya paling suka setelah minum tadi itu,  saya semprotkan nano spray ke wajah saya setiap beberapa menit, ini sebentar lagi saya semprot nano spray lagi ke wajah saya. Karena enak dan segar dan beda, sangat beda. Kalau Ibu-Ibu pertimbangannya kalau make up bagaimana. Alhamdulillah, sekarang tidak terasa dan saya tidak menyadari bahwa sinusitis itu hilang. Yang sama dengan pengalaman saya itu Bu Enny. Kemudian saya mau cerita tentang lohas sphere, lohas sphere ini sebetulnya unik, sering saya pakai urut-urut kaki karena aslinya, saya sebetulnya kolesterol juga, asam urat juga, jadi kalau saya duduk lama-lama terus kalau jalan tidak enak kakinya, nanti kalau sudah lancar baru bisa jalan seperti biasa. Saya urut-urut, ya Alhamdulillah sudah berkurang. Yang paling surprise bagi saya selain tadi ya, juga sinusitis karena saya tidak terasa dan tidak menyadari, sekarang kok tidak ya. Padahal dulu itu saya sering. Tersiksa tidurnya, terganggu tidurnya, rasanya sangat tidak enak. Hidung buntu dan mau dikeluarkan juga tidak bisa. Akhirnya saya sering jam 2 itu keluar, sampai anak-anak saya itu bilang papa ngapain jam 2 keluar. Kemudian ada sedikit cerita, lohas sphere ini saya masukkan di kantung celana sebelah kiri karena punggung bawah sebelah kiri saya sakit tapi sekarang sudah sangat berkurang. Jadi tiga-tiganya, nano water can, nano spray dan lohas sphere sudah saya rasakan manfaatnya.


klik link ini untuk melihat video testimoni

Share


Saya Tertarik Untuk Bergabung

Bisnis Partner Anda

  • Username: siska
  • Nama Lengkap: Fransiska Nency D
  • Email: sisca010318@gmail.com
  • Telp: 081336450744